balon udara itu masih kau simpan? Balon itu aku ambil dari masa depan, untuk menandakan warna kita di hari ini. aku sejujurnya takut, aku belum tahu warna hari ini. aku menghadirkanmu lalu lalang dalam ingatan dan pesan. kamu pusat orbitku
selalu saja waktu, sayang waktu tidak bisa kutemukan lipatannya. ini selalu menarik, karena aku selalu tidak tahu. aku mengamati beberapa pararel ketika waktu dua manusia bertemu dalam satu ruang yang sama: Aku dan Kamu. tidak ada dunia ketika, kamu menjadi duniaku dan aku menjadi duniamu. dunia menjadi satu melampaui dunia. itulah hebatnya kita, dan mereka belum tentu mengerti kita.
aku ingin menjemputmu, melintasi sungai, awan, dan daun-daun waktu. aku tidak ingin kecanduanmu seolah kamu adalah waktu dan waktu menjadi aku. aku kehilangan dirimu dan diriku sendiri. lalu selesai.
Balon udara itu masih kau simpan? Balon itu aku ambil dari masa depan, untuk menandakan warna kita di hari ini. aku sejujurnya takut, aku belum tahu warna hari ini. aku menghadirkanmu lalu lalang dalam ingatan dan pesan. kita menjadi orbit untuk kita.
selalu saja waktu, sayang waktu tidak bisa kutemukan lipatannya. ini selalu menarik, karena aku selalu tidak tahu. aku mengamati beberapa pararel ketika waktu dua manusia bertemu dalam satu ruang yang sama: Aku dan Kamu. tidak ada dunia ketika, kamu menjadi duniaku dan aku menjadi duniamu. dunia menjadi satu melampaui dunia. itulah hebatnya kita, dan mereka belum tentu mengerti kita.
aku ingin menjemputmu, melintasi sungai, awan, dan daun-daun waktu. aku tidak ingin kecanduanmu seolah kamu adalah waktu dan waktu menjadi aku. aku kehilangan dirimu dan diriku sendiri. lalu selesai.
Balon udara itu masih kau simpan? Balon itu aku ambil dari masa depan, untuk menandakan warna kita di hari ini. aku sejujurnya takut, aku belum tahu warna hari ini. aku menghadirkanmu lalu lalang dalam ingatan dan pesan. kita menjadi orbit untuk kita.
6 Juni 2011
:for my love
:for my love
Tidak ada komentar:
Posting Komentar